MENGUKUHKAN JAGOI BABANG SEBAGAI BAGIAN NKRI MELALUI PENINGKATAN KOMUNIKASI DAN ARUS INFORMASI
Siapa tak kenal Indonesia. Negara dengan julukan
zamrud khatulistiwa ini merupakan salah satu negara terkaya di dunia akan
kebudayaan dan hasil alam. Tercatat pada tahun 2010, masyarakat Indonesia
terdiri atas 1.128 suku bangsa [lihat http://www.jpnn.com/berita.detail-57455] dan memiliki 742 bahasa
daerah [lihat http://nasional.kompas.com/read/2008/08/11/21544654/169.bahasa.daerah.terancam.punah] yang tersebar dari Sabang
hingga Merauke. Selain itu, Indonesia juga memiliki potensi alam yang sangat
luar biasa, seperti karet, rotan, jati, dan hasil tambang. Indonesia yang
beriklim tropis juga menjadi salah satu keuntungan tersendiri karena banyak
aneka ragam flora dan fauna yang mampu bertahan dalam iklim tersebut sehingga
menambah pesona Indonesia sebagai negara dengan aset alam yang sangat besar di
dunia.
Hal tersebut tak pelak mengundang keinginan para
negara tetangga untuk mencicip sebagian kekayaan Indonesia sebagai sarana
mereka meraup keuntungan dengan berbagai cara, mulai dari mengklaim sebagai hak
milik hingga mengambil secara diam-diam. Ini merupakan ancaman besar bagi
bangsa Indonesia mengingat kondisi Indonesia yang sangat luas dan berbatasan dengan
sepuluh negara seperti Malaysia, Singapura, Australia, Timor Leste, Filipina,
Thailand, Vietnam, India, Papua Nugini, dan Palau. Wilayah perbatasan menjadi
wilayah yang sangat riskan bagi negara karena di wilayah tersebut Indonesia
harus mampu mempertahankan kekayaan miliknya agar tidak dieksploitasi oleh
negara tetangga.
Salah satu wilayah Indonesia yang berbatasan
langsung dengan negara lain adalah Desa Jagoi Babang yang terletak di Kabupaten
Bengkayang, Kalimantan Barat. Desa Jagoi Babang berbatasan langsung dengan
Negara Bagian Serawak, Malaysia Timur di sebelah utara. Secara geografis, Desa
Jagoi Babang terletak pada garis lintang 1°15’16”LU - 1°30’00”LU dan garis
bujur pada 109°34’35”BT - 109°59’27”BT. Desa Jagoi Babang merupakan kecamatan
terluas di Kabupaten Bengkayang yaitu sebesar 655.000 km2 atau
sekitar 12.14% dari luas Kabupaten Bengkayang. Meskipun merupakan kecamatan
terluas, namun tingkat kepadatan penduduk di wilayah ini termasuk yang terendah
di Kabupaten Bengkayang, yakni 11 jiwa/km2 atau sebanyak 6.940 jiwa[lihat elib.pdii.lipi.go.id/katalog/index.php/searchkatalog/.../11_00822.pdf]. Rendahnya tingkat
kepadatan penduduk ini menyebabkan rendah pula keberagaman penduduk. Hal ini
berpengaruh pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh Jagoi Babang. Salah
satu modal penting dalam pembangunan adalah penduduk karena penduduk merupakan
obyek sekaligus sebagai subyek dalam pembangunan itu sendiri. Penduduk sebagai
subyek berarti penduduk yang ada menjadi pelaku pembangunan yang akan
dilaksanakan, sedangkan penduduk sebagai obyek berarti penduduk merupakan
tujuan dari pembangunan itu, yaitu membangun manusia yang ada.
Tingkat pendidikan di Jagoi Babang masih sangat
rendah. Sebagian besar masyarakat berpendidikan tidak lebih dari tingkat
sekolah menengah pertama (SMP). Kurangnya kesadaran para warga akan arti
penting pendidikan menjadi salah satu penyebab kurang berkembangnya pendidikan
di Jagoi Babang. Padahal, sarana pendidikan yang ada di Jagoi Babang cukup
memadai. Tercatat pada tahun 2008, di Jagoi Babang terdapat 15 SD, dua SMP, dan
satu SMA. Kurangnya keinginan dari
para warga untuk menempuh pendidikan lebih tinggi dikarenakan terdapat kasus bahwa
orang yang berpendidikan tinggi sulit mendapatkan pekerjaan sehingga pada
akhirnya mereka akan kembali pada kegiatan sehari-hari mereka, yaitu berladang.
Menyikapi masalah tersebut, hal utama yang dapat
dilakukan adalah membuka pintu komunikasi antara warga Jagoi Babang dengan
warga daerah lain di Indonesia yang lebih maju sehingga dapat membuka wawasan
mereka akan dunia kerja yang lebih luas. Hal ini tentunya akan memberikan
dampak positif bagi perkembangan pendidikan di Jagoi Babang sehingga anggapan
bahwa pendidikan merupakan hal yang tidak penting dapat berubah. Membuka pintu
komunikasi dapat dilakukan pemberian surat kabar daerah bagi warga karena surat
kabar merupakan sarana komunikasi yang paling murah dan ringan. Surat kabar
dapat diperoleh ketika ada warga yang pergi ke kota, kemudian saat kembali ke
Jagoi Babang ia dapat memberikan suatu informasi bagi para warga terkait dengan
apa yang tertulis dalam surat kabar tersebut.
Peningkatan sarana pendidikan merupakan unsur yang
sangat penting bagi warga Jagoi Babang karena hal tersebut menjadi salah satu
tonggak kekuatan bagi warga yang tinggal di wilayah perbatasan. Sebagai salah
satu wilayah terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia,
iming-iming untuk menjadi Warga Negara Malaysia tentu tidak jarang. Namun,
fenomena perpindahan status kewarganegaraan tersebut tidak terjadi di Jagoi
Babang [lihat http://www.equator-news.com/utama/pindah-warga-negara-tak-terjadi-di-jagoi-babang]. Hal ini tentu menjadi
kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia, dimana iming-iming akan kehidupan
yang nyaman di negara tetangga tidak digubris oleh karena keinginan kuat warga
Jagoi Babang untuk menjadi bagian dari Negara Kesatua Republik Indonesia.
Keadaan ini harus diperkuat dengan adanya
pengetahuan mengenai kondisi negara untuk mempertahankan hal tersebut. Keinginan
kuat untuk menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia harus
disertai dengan pengetahuan akan negara yang dibela. Jika tidak, maka keinginan
tersebut hanya merupakan tong kosong berbunyi nyaring. Pengetahuan akan kondisi
negara tersebut tidak hanya dapat diberikan melalui lembaga resmi seperti
sekolah, namun juga dapat diberikan melalui penyuluhan bagi para warga agar
mereka dapat memantapkan keputusan mereka untuk memilih menjadi warga negara
Indonesia. Dengan adanya pengetahuan yang cukup, warga Jagoi Babang akan mampu
untuk memberikan pernyataan yang menguatkan posisi mereka sebagai Warga Negara
Indonesia. Kemampuan ini merupakan modal bagi warga Jagoi Babang yang tinggal
di perbatasan negara dan jauh dari pusat pemerintahan Indonesia agar tidak
mudah terprovokasi akan iming-iming kehidupan di negeri tetangga.
Kurangnya sarana transportasi dan
komunikasi menjadi salah satu penghambat terhubungnya warga desa Jagoi Babang
dengan dunia luar. Hingga akhir tahun 2006, hanya terdapat satu unit warung
telekomunikasi yang ada di Jagoi Babang [lihat http://kalbar.bps.go.id/Bengkayang/file/product/kcda/kcdapdf/jagoi/Bab_7Transportasi&Komunikasi.pdf]. Selain itu, pelanggan
telepon di Jagoi Babang masih belum ada sama sekali. Komunikasi dan transportasi
merupakan sarana yang sangat penting, terlebih bagi daerah perbatasan karena
dengan adanya komunikasi warga dapat berhubungan dengan warga dari daerah lain.
Daerah perbatasan merupakan daerah yang sangat rawan karena mudah mendapatkan
tekanan dari negara tetangga. Jika arus transportasi dan komunikasi ke daerah
lain di negara sendiri terhambat, maka mau tidak mau warga akan menggunakan
akses yang lebih mudah yaitu menuju daerah di negara tetangga. Hal ini menjadi
salah satu alasan pentingnya sarana transportasi dan komunikasi di wilayah
Jagoi Babang.
Untuk menangani keterbatasan sarana informasi di
daerah terpencil, Kementerian Komunikasi dan Informasi telah melaksanakan
program Desa Informasi agar semua desa di Indonesia dapat dengan mudah
mengakses setiap informasi [lihat http://bengkayangs.wordpress.com/2010/06/25/jagoi-babang-ditunjuk-sebagai-desa-informasi/]. Jagoi Babang merupakan
salah satu daerah yang dipilih sebagai tempat pelaksanaan Desa Informasi, yakni
desa yang memiliki akses informasi baik berupa internet, telepon, radio,
saluran televisi, dan menjadi desa percontohan bagi desa lain di daerah
perbatasan. Pelaksanaan program ini
tentunya harus disertai dengan pembekalan bagi para warga dalam menggunakan
berbagai macam alat komunikasi modern tersebut. Pembekalan tersebut berupa
pengenalan beberapa alat komunikasi yang akan digunakan dan cara
mengoperasikannya. Ini merupakan suatu program yang penting untuk dilaksanakan
karena kebutuhan akan informasi dan komunikasi sangatlah penting, lagi-lagi
karena daerah Jagoi Babang merupakan daerah perbatasan Indonesia yang
berpotensi untuk mendapatkan tekanan dari Malaysia.
Meskipun telah terdapat keinginan kuat untuk menjadi
bagian dari NKRI, namun membekali diri dengan pengetahuan akan kondisi negara
merupakan hal yang sangat penting. Dengan memiliki pengetahuan yang cukup akan kondisi
Indonesia, warga Jagoi Babang akan mampu memperkuat posisi yang telah kuat
tersebut. Oleh karena itu, pendidikan akan pengetahuan mengenai bangsa dan
negara menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan di Desa Jagoi Babang. Peningkatan
pengetahuan bagi para warga Jagoi Babang yang didukung dengan sarana komunikasi
memadai akan mampu mengukuhkan posisi Indonesia di mata negara lain sebagai
suatu negara yang memiliki rasa persatuan kuat. Ini akan menghindarkan
Indonesia dari segala bentuk klaim oleh negara lain akan segala hal yang memang
milik Indonesia.

Comments
Post a Comment